Tampilkan postingan dengan label KEHAMILAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEHAMILAN. Tampilkan semua postingan

PENGUAT SEMBURAN SPERMA

Sperma yang menyembur kuat terasa nikmat saat sperma dikeluarkan didalam vagina. Semburan sperma yang kuat, bisa membuat pasangan anda mengalami ogasme. Namun tidak semua orang memiliki semburan sperma yang kuat. Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kekuatan semburan sperma bagi pria

Penyakit

Kekuatan kontraksi otot, yang nantinya menentukan kuat atau lemahnya semburan ejakulasi, sangat dipengaruhi juga oleh status kesehatan. Seseorang dengan penyakit tertentu tidak akan bisa mengalami kontraksi sekuat orang sehat.

"Penyakitnya apa? Apa saja, yang pasti jika dia ada gangguan kesehatan, pasti tidak bisa melakukan kontraksi dengan baik. Penyakit kronis seperti diabetes, gangguan paru kronis atau hipertensi kronis, itu akan mempersulit kontraksi," jelas dr Nugroho.

Ukuran penis


Bagi laki-laki yang menganggap penting ukuran penis, dengarkan penjelasan para ahli seksologi. Baik dr Andri maupun dr Nugroho, keduanya sependapat bahwa bukan ukuran yang mempengaruhi kekuatan semburan sperma saat ejakulasi.

"Kualitas penis, itu yang penting. Keras, bisa ereksi, itu yang penting," pesan dr Andri.

Posisi penis

Bagi yang gemar menyiram tanaman dengan selang plastik, tentunya tidak sulit melakukan eksperimen untuk membuat semburan air makin kencang. Ya, bikin lubang sesempit mungkin sehingga air berebut keluar, lalu menciptakan tekanan yang lebih besar agar semburannya kencang.

Hal yang sama juga bisa diterapkan saat ejakulasi. Jepitan pada ujung kepala Mr P cenderung akan menciptakan semburan yang lebih kencang dibandingkan saat Mr P tidak dijepit sama sekali. Dengan apa menjepitnya, silakan bereksperimen dengan pasangan masing-masing.

Kekentalan


Sesuai sifat benda cair, semakin encer maka kemampuan mengalirnya makin bagus. Bila disemburkan, maka semburannya akan semakin kencang. Demikian pula dengan cairan ejakulasi. Makin kental, makin lemah pula semburannya. Lalu apa yang mempengaruhi kekentalan sperma?

"Kekentalan sperma dipengaruhi oleh frekuensinya dikeluarkan karena semakin sering maka spermanya jadi encer," kata dr Andri Wanananda, MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kontraksi otot

Untuk bisa menyemburkan sperma sekencang mungkin, sejumlah otot di sekitar saluran sperma akan mengalami kontraksi. Makin kuat kontraksinya, makin kuat tekanannya sehingga semburannya pun makin kencang. Kekuatan kontraksi otot itu sendiri dipengaruhi banyak faktor, salah satunya usia.

"Kalau sudah lanjut usia, kontraksinya juga nggak terlalu bagus, makanya spermanya jadi meleleh. Dia masih muda, tubuhnya bugar, ya bisa menyembur spermanya," jelas dr Andri

Kualitas foreplay

Secara langsung, foreplay atau pemanasan tidak mempengaruhi kekuatan semburan karena ejakulasi terjadi pada tahap paling akhir dari sebuah proses berhubungan seks. Namun demikian, secara tidak langsung pemanasan akan mempengaruhi kekuatan kontraksi dan kemudian menentukan kuat atau tidaknya semburan sperma.

"Kekuatan kontraksi dipengaruhi oleh tingkat rangsangan. Kalau semakin lama dia dirangsang bisa semakin besar kekuatan dia kontraksi," papar dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, seksolog dari RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan.

Cara Agar Semprotan Air Mani Kencang, Kuat dan Banyak

Saat berenang menuju sel telur, sperma harus berjuang menembus sistem pertahanan pada saluran reproduksi wanita. Untuk itu, sperma harus memiliki kelincahan dan kekuatan yang hebat. Ada beberapa kiat untuk membuat sel sperma lincah dan kuat. Apa saja?

Berikut beberapa kiat untuk membuat sperma menjadi lincah dan kuat, seperti dilansir menshealth, Kamis (17/11/2011):
1. Vitamin D

Sebuah studi baru di Denmark menunjukkan bahwa pria dengan tingkat tertinggi vitamin D dalam darah memiliki sperma perenang terbaik. Para peneliti yang mengambil sampel darah dan sperma dari 300 pria selama setahun menemukan bahwa pria dengan vitamin D terbanyak di darah, rata-rata 14 persen lebih mungkin menjadi ‘progressively motile’, yang berarti sperma dapat menggeliat lebih cepat dibandingkan dengan orang-orang dengan kadar vitamin D rendah.

“Vitamin D memulai serangkaian sinyal yang memungkinkan ekor sperma berputar lebih cepat. Dengan ekor yang lebih cepat berarti sperma lebih cepat menerobos dinding luar dari sel telur dan menghasilkan pembuahan,” kata penulis studi Martin Blomberg Jensen, MD.
Dalam studi ini, belum jelas vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari atau suplemen yang dapat menghasilkan sperma lebih kuat.
2. Rutin berhubungan seks

Berhubungan seks (atau masturbasi) setidaknya sekali seminggu sudah bisa menurunkan kerusakan DNA sperma dari 34 persen menjadi 26 persen, menurut sebuah penelitian di Australia.
3. Makan lebih banyak folat

Pria yang tidak mendapatkan cukup folat, yang juga disebut vitamin B9, menghasilkan sperma 20 persen lebih banyak mengandung kromosom ekstra, yang dapat menyebabkan sindrom Down dan cacat lahir lainnya. Makanlah sereal yang diperkaya folat untuk sarapan. Bayam dan asparagus juga kaya dengan folat.
4. Kurangi makanan yang mengandung lemak trans

Studi terbaru yang dilakukan Harvard University menemukan bahwa pria dengan tingkat asam lemah trans tertinggi dalam air mani akan memiliki jumlah sperma terendah.

Lemak trans merupakan lemak jahat yang banyak terdapat dalam goreng-gorengan. Di dalam tubuh, kadar lemak trans yang terlalu tinggi tidak hanya mengurangi kualitas sperma tetapi juga menyebabkan berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.
Untuk memaksimalkan hasilnya  Agar Semprotan Air Mani Lebih Kencang, Kuat dan Banyak Anda bisa menambah suplemen herbal sebagai berikut:



New Formula AHCN
Satu2nya produk Promil yg lansung bekerja pada
titik Vokus akar masalah pada organ reproduksi..
Sistem kerja AHCN Adalah
rekonstruktif/memperbaiki jaringan sell reproduksi
Serta Memaksimalkan Terjadinya Pembuahan
Sangat dianjurkan untuk bunda2 yg memiliki keluhan
-Mens tidak Teratur
-Penyumbatan Tubafalopi
-PCOS
-Kista/Miom
-Hydro salping
-Penebalan Dinding Rahim
-Gangguan Hormon akibat BB
-Perlengketan Rahim
-Varikokel/ozoospermiae
-Keputihan Membandel
-Efek Hormonal Pasca KB
-Pasca Kuret
-Sperma Encer
-Jumlah Sperma Kurang
-Terazoospermiae
-oligoospermae
-Dll
Karena HARAPAN Bunda Untuk Bisa Berhasil
Sangat Tinggi Untuk Itu
Kami Persembahkan Produk Fenomenal
NEW FORMULA AHCN
 
Pemesanan & konsultasi
Hub Call Center AHCN di
 
Wa/sms 089.672.332.332
BBM DCAA69A4

KENALI VIRUS TORCH

Penyakit TORCH berhubungan dengan infeksi yang disebabkan oleh virus. TORCH merupakan kepanjangan dari Toxoplasmosis, Other Infection, Rubella, Cytomegalovirus dan juga Herpes Simplex Virus. Infeksi virus TORCH akan membahayakan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Ibu harus mengetahui pengetahuan dan wawasan yang akan membantu untuk mengurangi pengaruh negatif dari penyakit TORCH.
Pada artikel kali ini akan membahas mengenai TORCH yang akan berpengaruh pada kesehatan ibu dan janin. Masing masing virus memiliki penyebab, penularan dan akibat yang berbeda-beda. Sehingga dengan menambah wawasan ibu hamil akan membuat waspada dan terhindar dari TORCH yang membahayakan.



Penyebab Torch pada Ibu Hamil

 Salah satu akronim dari TORCH adalah toksoplasmosis yaitu penyakit yang berhubungan dengan hewan peliharaan yaitu kucing dan anjing. Penyebab dari toksoplasmosis adalah parasit Toxoplasma gondii yang ada pada hewan kucing dan juga anjing.

Selanjutnya adalah Rubella, penyakit yang dikenal juga dengan campak jerman. Virus ini mudah menyebar dari prnderita ke orang lain melalui udara. Apabila seseorang terinfeksi rubella maka akan menimbulkan ruam pada bagian tubuh, demam, nyeri otot, dan juga infeksi yang menyebabkan pembesaran getah bening.
Sedangkan untuk Cytimegalovirus atau dikenal dengan singkatan CMV maka disebabkan oleh virus cytomegalo yang dapat menyerang wanita sebelum kehamilan atau kehamilan sedang berlangsung. Perbedaan waktu infeksi inilah yang mengakibatkan tingkat infeksi yang berat atau ringan pada ibu hamil.
Begitu pula dengan herpes simpleks tipe 2. Herpes yang berbahaya untuk ibu hamil adalah herpes simpleks tipe 2 karena menyerang alat kelamin ibu ,ini yang akan menyebabkan bayi lebih rentan terkena herpes apabila menggunakan jalan lahir (persalinan normal). Adapun tanda ibu yang mengalami infeksi herpes akan mengalami keputihan dan muncul bintik bintik pada alat kelamin ibu.

Penularan Torch

Pada toksoplasmosis penularan dapat dari anjing atau kucing. Kotoran kedua hewan peliharaan itulah yang akhirnya menjadi media menyalurkan toksoplasmosis ke manusia. Selain kotoran hewan yang lainnya adalah melalui kecoa, serangga dan juga lalat yang menempel pada makanan atau sayuran yang tidak dimasak. Bahkan beberapa daging yang proses memasaknya kurang matang akan menjadi media penyebaran virus toksoplasmosis.
Rubella adalah menggunakan media penularan melalui pernafasan, keringat, air liur dan juga darah. Sehingga penting untuk ibu hamil menjaga jarah dengan teman yang terserang rubella. Sedangkan untuk herpes penyebaran melalui kontak langsung dengan penderita apalagi bila pasangan terinfeksi maka akan lebih mudah menyerang karena dapat melalui hubungan suami istri dan air liur.

Tanda Kehamilan Terkena Torch 


Pemeriksaan kehamilan penting dilakukan untuk mengurangi infeksi yang disebabkan oleh TORCH. Bagaimana pula yang terjadi pada ibu hamil yang terkena TORCH ?Apabila tubuh ibu yang terkena virus maka akan direspon melalui sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang terganggu akan menyebabkan gangguan pada ibu dan janin.
Tubuh ibu yang terkena toksoplasma gondii maka akan merespon sistem kekebalan tubuh ibu untuk membentuk imunoglobulin yang akan berlanjut pada zat kebal imunoglobulin (IgG), yang tidak membahayakan kehamilan karena hanya protein bukan merupakan kuman penyakit.
Apabila pemeriksaan darah ibu hamil menunjukan adanya IgG maka tidak perlu khawatir sedangkan apabila ditemukan IgM toksoplasma positif maka pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan. Pemeriksaan lanjut untuk mengetahui secara pasti infeksi yang sedang dialami oleh ibu hamil.
Dengan pemeriksaan yang tepat maka akan menyebabkan ibu hamil terhindar dari pengaruh negatif virus yang menyerang pada tubuh saat hamil. Gangguan yang dialami ibu hamil umumnya hanya flu atau terkadang tanpa gejala. Hanya saja akan berpengaruh besar pada janin, hingga pencegahan penting dilakukan sebelum ibu hamil.
Pemeriksaan sebelum kehamilan dilakukan sebelum ibu merencanakan kehamilan untuk mengetahui kondisi ibu. Apabila terdapat virus dan bakteri yang akan memicu TORCH maka dokter akan menyarankan untuk mengobati bahkan untuk menunda kehamilan sehingga ibu benar benar sembuh dari infeksi virus.
Selain pemeriksa kehamilan yang dilakukan adalah konsumsi makanan yang bergizi sebelum merencanakan kehamilan dan selama kehamilan. Apabila memiliki gizi yang cukup maka akan meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil sehingga mampu melawan TORCH yang akan membahayakan kesehatan ibu dan janin.
Makanan yang dikonsumsi haruslah makanan yang matang. Hindari makanan setengah matang atau mentah selama kehamilan karena virus dan bakteri akan memicu infeksi pada tubuh.Selain proses memasak yang diperhatikan adapula yang harus anda perhatikan yaitu kebersihan dari bahan makanan yang dipilih.
Hal terpenting yang dilakukan ibu hamil adalah menjaga kontak langsung dengan penderita TORCH. Virus dapat dengan mudah menyerang apalagi bila ibu memiliki sistem kekebalan tubuh yang sedang lemah. Hal ini akan berpengaruh pada janin dan menghambat perkembangan dan pertumbuhannya.

Kehamilan & Torch


Ibu hamil yang terinfeksi maka akan mudah menular melalui plasenta dan menyebabkan gangguan pada janin berupa cacat janin, keguguran spontan, gangguan penglihatan. Pada ibu yang terinfeksi toxoplasma maka akan mengakibatkan terjadi abortus spontan meninggal pada saat lahir atau bayi mengalami toxoplasmosis bawaan. Pada kasus bayi yang mengalami toxoplasmosis bawaan akan menimbulkan masalah ketika dewasa.
Sedangkan ibu hamil yang mengalami rubella pada trimester pertama kehamilan maka akan menyebabkan janin beresiko lebih tinggi mengalami kebutaan, tuli dan juga kelainan jantung. Apabila ibu terkena infeksi pada bulan pertama maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%.Setiap ibu hamil yang terinfeksi rubella akan berbeda beda mengalami gejala karena ditentukan oleh usia kehamilan terserang infeksi.
Pada ibu hamil yang terkena infeksi maka janin di dalam kandungan akan mudah terserang. Pemeriksaan laboratorium sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah ibu pertama kali diserang atau sudah pernah terserang dan kambuh kembali saat hamil. Pada ibu hamil yang baru pertama kali terserang akan menganggu kekebalan tubuh dan berpengaruh negatif pada perkembangan janin.
Infeksi yang membahayakan dari TORCH yang terakhir adalah herpes. Herpes dapat menjalar melalui syaraf sensori dan berdiam pada sistem saraf. Janin mudah terserang virus herpes yang ditularkan langsung oleh ibu. Umumnya penularan terjadi ketika bayi lahir melalui persalinan normal (jalan lahir) yang terkena infeksi TORCH.
Dengan demikian bagi ibu hamil yang terserang TORCH maka dapat dilakukan pemeriksaan air ketuban untuk mengetahui seberapa besar infeksi mempengaruhi janin. Meskipun demikian pencegahan merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan sebelum kehamilan yaitu dengan melakukan serangkaian test kesehatan salah satunya test TORCH sehingga tidak membahayakan kesehatan janin.





Comments

Recent

Popular

Featured